63. Al-Munafikun (orang-orang munafik), surat Madaniyah, 11 ayat.
Surat ini dinamai Al-Munafiqun yang artinya orang-orang munafiq, karena
surat ini mengungkapkan sifat-sifat orang munafik.
64. At-Taghobun (hari dinampakkan kesalahan-kesalahan), surati Madaniyah, 18 ayat.
Nama At-Taghobun diambil dari kata "at-taghobun" yangterdapat pada ayat ke 9.
65. At-Tholaq (talak/cerai), surat Madaniyah, 12 ayat.
Dinamakan surat At-Tholaq karena kebanyakan ayat-ayatnva mengenai masalah talak, dan persoalan lain yang
berhubungan dengan masalah itu
66. At-Tahrim (mengharamkan), surat Madaniyah, 12 ayat.
Dinamakan surat At-Tahrim karena pada awai surat ini terdapat kata "tuharrim" yang berasal dari kata At-tahrim yang berarti "mengharamkan".
67. Al Mulk (kerajaan), surat Makkiyah, 30 ayat.
Nama Al-Mulk diambil dari kata "Al-Mulk" yang terdapat pada ayat pertama surat ini yang artinya kerajaan atau kekuasaan. Surat ini disebut juga dengan
"Tabaarok" (Maha Suci)
68. Al-Qolam (Pena/firman), surat Makkiyah, 52 ayat.
Nama Al-Qolam diambil dari kata Al-Qolam yang terdapat pada ayat pertama. Surat ini dinamai pula dengan surat "Nun"
(huruf "nun").
69. Al-Haqqoh (Hari Kiamat), surat Makkiyah, 52 ayat.
Nama "Al-Haaqqoh" diambil dari kata "Al-Haaqqoh" yang terdapat pada ayat pertama surat ini yang
artinya "hari kiamat’.
70. Al-Ma’arij (tempat-tempat naik), surat Makkiyah, 44 ayat.
Kata Al-Ma’arij yang menjadi nama surat ini adalahbentul jamak dari "Mi’raj" yang terdapat pada ayat 3, artinya "tempat naik". Sedang para ahli tafsir memberi arti
bermacam-macam, di antaranya adalah "langit", nikmat karunia, dan
derajat, atau
tingkatan yang diberikan Allah SWT.
kepada ahli surga.
71.
Nuh (nabi Nuh), surat Makkiyah, 28 ayat.
Dinamakan surat Nuh karena
seluruh surat ini menjelaskan tentang dakwah dan do’a Nabi Nuh as.
72.
Al Jin (jin), surat Makkiyah, 28 ayat.
Nama Al-Jin diambil dari kata "Al-Jin" yang terdapat pada ayat pertama surat ini. Pada
ayat tersebut dan ayat-ayat berikutnya diterangkan bahwa jin sebagai mahluk
halus telah mendengar pembacaan Al-Qur’an dan mereka mengikuti ajaran Al-Qur’an
tersebut.
73.
Al-Muzzammil (yang berselimut), surat Makkiyah, 20 ayat.
Nama Al-Muzzammil diambil dari kata "Al-Muzzammil" yang terdapat pada ayat pertama. Yang dimaksud
dengan "orang yang berselimut" ialah Nabi Muhammad saw.
74.
Al-Muddatstsir (yang berselubung), surat Makkiyah, 56 ayat.
Nama Al-Muddatstsir diambil dari kata "Al-Muddatstsir" yang terdapat pada ayat pertama surat ini.
75.
Al-Qiyaamah (Hari Kiamat), surat Makkiyah, 40 ayat.
Nama Al-Qiyamah diambil dari kata "Al-Qiyamah" yang terdapat pada ayat pertama surat ini.
76.
Al-lnsan (manusia), surat Madaniyah, 31 ayat.
Nama Al-lnsan diambil dari kata "Al-lnsan" yang terdapat pada ayat pertama surat ini.
77. Al-Mursalat (Malaikat-malaikat yang diutus), surat Makkiyah, 50 ayat.
Nama Al-Mursalat diambil dari kata "Al-Mursalat" yang terdapat pada ayat pertama surat ini.
78. An-Naba’ (berita besar), surat Makkiyah, 40 ayat.
Nama An-Naba diambil dari kata "An-Naba"’ yang terdapat pada ayat 2 surat ini. Dinamakan juga
"Amma yatasaa aluun" (Tentang
apakah mereka saling bertanya?) yang diambil dari kalimat yang sama pada ayat
1.
PDF
Arsip