114 surat yang terdapat
dalarn Al-Qur’an, sebagai berikut:
1.
Al-Fatihah atau ummul Qur’an, surat Makiyyah, 7 ayat.
Penamaan "Al-Fatihah" (pembukaan), karena dengan surat inilah
dibuka dan dimulainya Al-Qur’an. Dinamakan juga "Ummul
Qur’an" (induk Al-Qur’an) atau "Ummul Kitab’’ (induk Al-Kitab) karena dia merupakan induk bagi
semua isi Al-Qur’an, serta menjadi inti sari bagi kandungan Al-Qur’an, dan karena itu diwajibkan membacanya pada tiap-tiap sholat.
Disebut pula "As-Sab’ul matsany" (tujuh yang berulang-ulang) karena jumlah ayatnya
tujuh dan dibaca berulang-ulang dalam sholat.
2.
Al-Baqoroh (sapi betina), surat Madaniyah, 286 ayat.
Penamaan Al-Baqoroh karena di dalamnya terdapat kisah penyembelihan
sapi betina yang diperintahkan Allah kepada Bani Israil (ayat 67 sampai dengan
74), dimana dijelaskan watak orang Yahudi pada umumnya. Dinamai juga "Futshothul-Qur- an"
(puncak Al-Qur’an) karer a memuat beberapa hukum yang tidak disebutkan
dalam surat lain. Disebut juga ’’alif-laam-miim"
karena surat ini dimulai dengan Alif-laam-miim.
3.
Ali
’Imron (keluarga Imron), surat
Madaniyah, 200 ayat.
Penamaan Ali ’Imron karena memuat kisah keluarga ’Imron yang di
dalamnya disebutkan tentang kelahiran Isa as., persamaan kejadiannya dengan
Nabi Adam as., kenabian dan beberapa mukjizatnya, serta disebut pula kelahiran Maryam, putri ’Imron, ibu nabi Isa as.
Surat Al-Baqoroh dan Ali ’Imron dinamakan "Az-Zahrowani"
(dua yang cemerlang), karena kedua surat ini menyingkapkan hal-hal yang
disembunyikan oleh para Ahli Kitab, seperti kejadian dan kelahiran Nabi ’Isa
as., kedatangan Nabi Muhammad saw. dan sebagainya,
4.
An-Nisa’ (wanita-wanita), surat Madaniyah, 176 ayat.
Penamaan An-Nisa’ karena dalam surat ini banyak dibicarakan hal-hal
yang berhubungan dengan wanita serta merupakan
surat yang paling banyak membicarakan hal itu dibanding dengan
surat-surat yang lain.
Surat lain yang
banyak juga membicarakan tentang wanita adalah surat Ath-Tholaij. Dalam
kaitan ini surat An Nisa’ biasa disebut "Surat An-Nisa’Al- Kubro" (surat An-Nisa’ yang besar), sedang surat Ath-Tholatj disebut "Surat An-Nisa’ Ash-Shugro" (surat An-Nisa’ yang kecil).
5.
Al-Maidah (hidangan), surat Madaniyah, 120 ayat.
Penamaan Al-Maidah, karena memuat kisah para pengikut setia Nabi Isa
as. yang meminta kepada beliau agar Allah SWT menurunkan untuk mereka Al-Maidah (hidangan makanan) dari langit (ayat 112). Dinamakan juga "Al-ucjub" (perjanjian), karena kata itu terdapat pada ayat
pertama surat ini, di mana Allah menyuruh agar hamba-hamba-Nya memenuhi janji
setia terhadap Allah dan semua perjanj lan yang mereka buat dengan sesamanya.
PDF
Arsip