Apabila kita bertemu atau akan berpisah dengan sesama
muslim, diwajibkan mengucapkan salam yang telah diajarkan dalam Islam. Yakni Assalamu`alaikum wa rohmatullahi zoa
barakatuh (Semoga Allah melimpahkan keselamatan, rahmat, dan
barokah kepadamu). Muhammad Rosulullah saw. bersabda:
"Jika salah seorang di antara kalian
bertemu dengan saudaranya, maka hendaklah dia mengucapkan salam. Jika keduanya
dipisahkan oleh pohon, dinding, atau batu, lalu bertemu kembali, maka hendaklah
dia mengucapkan salam lagi." (HR. Abu Dawud
dari Abu Huroiroh ra.)
Oleh karena "salam" dalam Islam ini mengandung
doa, maka tidak hanya sekedar untuk bertegur sapa, melainkan juga:
-
suatu ajakan bersahabat antarumat Islam.
-
mempererat tali ukhuwah Islamiyah karena saling
mendoakan.
-
menegakkan syi`ar agama Allah SWT
Menyebarkan salam salah satu cara menggalang persatuan,
dan dapat mengantarkan pelakunya ke surga. Abu Huroiroh ra. mengabarkan, Rosulullah saw. bersabda:
"Kalian tidak akan masuk surga sehingga
kalian beriman, dan kalian tidak beriman sehingga kalian saling mencintai.
Tidakkah kalian mau aku tunjukkan sesuatu yang apabila kalian kerjakan akan
menjadikan kalian saling mencintai? Yaitu sebarkanlah salam di antara kalian." (HR. Muslim)
Anjuran
mengucapkan salam ini tidak terbatas pada orang yang kita kenal saja. Kepada
orang lain yang belum kita kenal sekalipun, asalkan dia muslim idealnya kita
mengucapkan salam juga. Abdullah bin ’Amru bin Al-’Ash ra.
menceritakan bahwa ada seorang lelaki bertanya kepada Rosulullah saw.
"Bagaimanakah Islam yang baik itu, ya
Rosulullah?" Beliau bersabda,
"Berilah makan kepada orang yang
memerlukannya, dan ucapkanlah salam baik kepada orang yang sudah engkau kenal
maupun orang yang belum engkau kenal" (HR. Muttafaqun ’Alaih)
Ucapan
salam juga boleh kita sampaikan kepada lawan jenis, sekalipun bukan muhrim. Hal
ini pernah dicontohkan oleh Nabi Muhammad saw. Asma’ binti Yazid
ra. mengatakan:
"Rosulullah saw. pernah
berjalan melewati kami dan melihat sekelompok wanita sedang duduk-duduk, maka
beliau mengucapkan salam kepada kami." (HR. Abu Dawud). Bahkan janganlah kita enggan mengucapkan salam kepada
anak-anak sekalipun. Sebab mereka juga berhak mendapat penghormatan. Anas
bin Malik ra. menuturkan, Rosulullah saw. bertemu dengan beberapa anak, lalu
beliau memberi salam kepada mereka. (HR. Muslim)
Siapakah yang wajib mengucapkan salam lebih dulu? Abu Huroiroh ra. mengutarakan, Rosulullah saw.
bersabda:
"Orang yang naik kendaraan memberikan salam kepada orang yang
berjalan kaki, sedangkan orang yang berjalan memberikan salam kepada orang yang
duduk, dan yang sedikit jumlahnya memberikan salam kepada yang lebih
banyak." (Muttafaqun ’Alaih). Namun dalam prakteknya tidak
harus demikian. Sebab adakalanya yang berkendaraan lupa untuk mengucapkan salam
lebih dulu kepada yang berjalan kaki. Jadi menurut kami, siapa yang teringat
anjuran menyebarkan salam, sebaiknya dialah yang mengucapkan salam lebih dulu.
Orang yang mengucapkan salam lebih dulu termasuk orang
yang baik keislamannya. Abu Umamah
Sudhiy bin ’Ajlan Al-Bahili ra.,mengatakan:
"Sesungguhnya sebaik-baik
manusia menurut Allah adalah orang yang memulai’mengucapkan salam." (HR. Abu Dawud). Orang yang memberi salam lebih dulu dikatakan
lebih baik, karena bisa dipastikan hatinya tidak punya prasangka apa-apa kepada
orang lain. Dan salam yang dia ucapkan tentunya bertujuan untuk menjalin
hubungan yang lebih baik. Orang yang mengucap salam lebih dulu lebih dicintai
Allah SWT.
Ibnu Umar ra. mengatakan, Rosulullah saw. bersabda:
"Apabila dua orang muslim bertemu lantas salah satunya memberi salam
kepada yang lain, maka yang mendahului mengucapkan salam lebih dicintai Allah SWT dan wajahnya lebih
berseri-seri dari temannya itu. Apabila keduanya berjabat tangan, maka Allah
akan menurunkan seratus rahmat kepada keduanya, (dengan ketentuan) bagi yang
memulainya mendapat 90 rahmat dan yang diajak berjabat tangan mendapat 10
rahmat." (HR. Tirmidzi)
Semakin
lengkap kalimat salam yang kita ucapkan, semakin besar pahalanya. Imron
bin Husein ra. mengisahkan, ada seorang lelaki datang kepada Rosulullah saw. dengan
mengucap, "Assalamu’alaikum." Setelah menjawabnya, beliau bersabda:
"Sepuluh." Kemudian datang lagi orang lainnya dengan mengucap salam, "Assalamu’alaikum m
rohmatullaahi." Sesudah menjawabnya, Rosulullah saw. berkata, "Dua
puluh." Selang beberapa waktu kemudian, datang orang yang lain lagi seraya
mengucapkan salam, "Assalamu’alaikum wa rohmatullaahi m barokatuh."
Setelah menjawabnya, Rosulullah saw berkomentar, ’Tiga puluh." (HR. Abu Dawud dan Tirmidzi). Hadits ini
menegaskan kepada kita, bahwa setiap perbuatan baik seperti mengucapkan salam,
selalu ada pahalanya. Besar kecilnya pahala yang kita peroleh, tergantung dari
seberapa sempurna kita mengerjakannya. Jadi semakin lengkap salam yang kita
ucapkan, semakin besar pahala yang kita peroleh.
Orang yang mendapat ucapan salam, juga wajib
menjawabnya. Apabila orang yang diberi salam itu sendirian, maka ia harus
langsung menjawabnya. Jika yang diberi salam itu banyak, kewajiban menjawabnya
adalah fardhu kifayah. Yakni cukuplah salah seorang atau beberapa orang di
antara mereka yang menjawabnya. Ali ra.
menuturkan, Rosulullah saw. bersabda:
"Apabila ada sejumlah jamaah lewat,
cukuplah salah seorang di antara mereka yang memberi salam. Demikian
juga orang-orang yang diberi salam, cukup salah seorang di antannya yang
menjawab." (HR. Abu Dawud)
Dalam menjawab salam juga disunnahkan
secara lengkap. Keutamaan menjawab salam secara lengkap ditegaskan juga oleh
Allah SWT.
"Dan apabila kamu dihormati dengan suatu (salam)
penghormatan, maka balaslah penghormatan itu dengan yang lebih baik, atau balaslah
(penghormatan itu, yang sepadan) dengannya. Sungguh, Allah memperhitungkan
segala sesuatu.’’ (QS. 4/An-Nisa’: 86)
Kini sudah saatnya kita menyebarkan salam
sebagaimana yang dianjurkan oleh panutan kita Muhammad Rosulullah saw. Bukankah melaksanakan
sunnahnya memperoleh imbalan pahala? Jadi mari kita membiasakan mengucapkan
salam mulai dari sekarang. Setidaknya dalam keluarga kita sendiri, ketika mau
berangkat dan mau masuk rumah. Anas bin Malik ra.
memberitahukan, R osulullah saw. pernah bersabda kepadanya:
’’wahai anakku, jika kamu masuk ke keluargamu, maka ucapkanlah salam, niscaya
akan menjadi berkah bagi kamu dan
keluargamu." (HR. Tirmidzi) Sebab kebiasaan baik ini jika
diikuti oleh anak-anak, mendatangkan pahala bagi kita.
PDF
Arsip